Pendahuluan

Upaya perlindungan terhadap pekerja maupun masyarakat di sekeliling tempat kerja merupakan salah satu topik pembahasan pemerhati kesehatan kerja, baik dari sisi keselamatan, kesehatan maupun lingkungannya. Ungkapan tersebut dewasa ini masih sangat relevan mengingat angka kecelakaan kerja, angka kejadian penyakit akibat kerja dan akibat kondisi lingkungan kerja di Indonesia masih sangat tinggi.

Penanganan keselamatan dan kesehatan pekerja yang memadai masih sangat diperlukan oleh perusahaan konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, perhotelan, pertanian, rumah sakit, maupun industri lain, baik besar, menengah, maupun kecil, baik formal maupun non–formal untuk mencapai produktivitas kerja yang optimal di samping taraf kesehatan kerja dan kesehatan lingkungan kerja yang setinggi-tingginya.

Kebutuhan lulusan-lulusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia industri, jasa maupun pendidikan sangatlah “nyata”. Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangatlah dibutuhkan dalam bidang pendidikan, industri dan jasa.

Tren industrialisasi AFTA (ASEAN Free Trade Area) dengan diberlakukannya AFTA sebagai bentuk kerjasama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN merupakan suatu hal yang nyata. Konsekuensi dari adanya AFTA tersebut diantaranya adalah adanya modal-modal asing akan masuk ke Indonesia dan didirikannya industri-industri di dalam negeri. Hal ini tidak dapat lepas dari kebutuhan mutlak mereka akan tenaga-tenaga profesional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja baik medis maupun non medis.

Tentunya hal tersebut juga harus diikuti dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mumpuni di bidang K3 mengingat akan adanya persaingan di sektor ketenaga-kerjaan di tingkat ASEAN. Untuk mencapai tujuan tersebut, Minat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana (PPs), Fakultas Kedokteran, UGM memfasilitasi mahasiswanya untuk menjadi ahli dalam K3 yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sebagaimana dibutuhkan dalam dunia professional.

Minat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  bertekad menjadi institusi penyelenggara pendidikan terdepan di Indonesia dan menghasilkan para professional dan peneliti bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Proses belajar mengajar yang dikaitkan dengan aplikasi ilmu-ilmu baru dan para pengajar yang diambil dari pendidikan maupun industri diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan menjadi modal bagi para lulusannya di sektor pekerjaan yang dijalaninya.

   

NEWS : UGM